Forex sama seperti bisnis pada umumnya memiliki resiko. Manajemen resiko yang diterapkan mempengaruhi hasil dan ROI daripada akun forex yang dijadikan aset digital tersebut. Ketika kita memiliki sebuah sistem yang proven di saat itu kita memiliki sebuah aset digital.

Keep your risk low, profit will follow adalah tagline daripada sistem trading legendaris Wisefx yang sudah memiliki hak cipta dan merek di Dirjen HAKI. Tagline ini bukan main-main karena dalam aplikasinya membutuhkan praktik kesabaran, kesyukuran dan optimisme.

3 value dan attitude diatas adalah kunci sukses dalam menapaki belantara forex yang penuh dengan uncertainty.

Tidak masalah marketing gimmick bahwa ada sebuah sistem yang menghasilkan ratusan persen, asalkan tetap kita pahami bahwa HIGH PROFIT selalu berbanding lurus dengan HIGH RISK. Saya pribadi sudah menemukan pattern dan sistem otomatis trading for living yang diidamkan dan mungkin dicari banyak orang. Bahwa apa yang dikatakan Alexander Elder pakar psikologi trading itu memang benar dan nyata adanya, asalkan bisa diaplikasikan dengan benar.

Sama seperti kita berenang menyelam dan membawa oksigen di pundak kita, maka agar bisa menemukan mutiara di dasar lautan, efisiensi dan efektifitas penggunaan oksigen tersebut harus hemat dan tepat sasaran.

Sama seperti ketika kita bertarung tinju, maka stamina harus dijaga dengan kuat agar bisa menghasilkan kemenangan.

Sama dengan lari maraton yang bisa mengatur dan manage stamina agar bisa sampai ke garis finish dengan sukses. Sesuai dengan analogi sistem trading oleh Larry Williams[1], trader legendaris sekaligus politisi ternama Amerika.

Demikianlah kira-kira gambaran daripada kesuksesan dalam trading itu. Bahwa dalam menjalani bisnis ini keberhasilan bisa terjadi secara nyata jika kita mau meluangkan waktu untuk berinvestasi pada waktu (riset), fokus, persisten dan konsisten pada satu bidang.

3 kunci keberhasilan dalam trading terkait pada 3 elemen penting

  1. Money Management
  2. Psikologi
  3. Strategi

Urutan ini tidak boleh terbalik prioritasnya. Kebanyakan trader loss dan mc / ludes / margin call karena tidak memahami prioritas dari 3 elemen ini dengan baik. Rata-rata men-dewakan strategi dan meng-anak tirikan 2 elemen signifkan dan krusial lainnya.

Dari sinilah akhirnya 95% rata-rata trader banyak mengalami kekalahan telak, karena ibaratnya atlit, mereka kurang latihan dan tidak practice a lot dulu. Lack of patienceLack of money management.

Meski demikian, jika kita ingin shortcut untuk mendapatkan sebuah sistem yang proven, maka ada jalan yakni berasosiasi dengan mereka yang sudah berpengalaman dan memang terbukti tidak bekerja apapun (atau tetap bekerja) selain menekuni dan mendedikasikan hidupnya untuk mencapai level tertinggi trading tersebut yakni : trading for living.

Para trader yang sudah mencapai level ini biasanya humblewise, sabar dan tidak mudah terpancing distraksi dari luar. Biasanya juga mereka generous. Karena pasif inkam nyata sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Pengalaman jatuh bangun memberikan pelajaran berharga, bahwa tidak ada yang patut disombongkan di dunia fana ini. Sebesar apapun modal tetap humble dan aware terhadap semua kemungkinan dan tetap fokus.

Tidak ada guru yang lebih hebat dari pengalaman. Experience is the best teacher. Maka bergurulah pada mereka yang sudah berpengalaman tersebut. Berasosiasilah dengan mereka untuk mendidik Anda menjadi profesional secara learning by doing, learning by example.

Rachmad Rofik

I am a passionate computer science, tech-savvy, full time profesional trader from Indonesia. I am interested in open source projects and high-level programming in Cloud Computing, Distributed Systems and Machine Learning.

error: Terima kasih sudah mampir.