Kesombongan adalah dosa mematikan bagi trader

“Arrogance is deadly sin in trading” – Alexander Elder

Menjadi trader yang rendah hati dan tidak sombong, bukan perkara mudah.
Ibaratnya melawan ego dan rasa benar sendiri yang ada pada diri. Terlalu yakin pada sistem dan besarnya dana / balance yang dimiliki.
Confidence (percaya diri) terhadap kemampuan boleh-boleh saja, bahkan diperlukan, namun over-confidence (ke-pede-an) menjadi biang kerok dan akar masalah.
Gejala over-confidence bisa disebabkan oleh berbagai hal. Diantaranya, beberapa kali entri posisi yang selalu dalam kondisi tepat (profit) dan modal yang besar.
Banyak trader-trader yang merasa sistemnya sangat tangguh dan bahkan seakan-akan tidak terkalahkan.
Bisa jadi setahun, dua tahun, atau bahkan sudah menjadi ribuan persen. Namun ketika mereka sudah dihingapi penyakit halus ini, lambat laun, secara disengaja ataupun tidak, over confidence terpupuk dengan tebal. Pujian dan follower yang banyak akhirnya menjadikan mereka lupa diri dan lupa pada kerendah-hatian dan low profile. Bisa ditebak, apa ending mereka yang dihingapi penyakit mematikan ini, margin call (ludes tak bersisa), meski dana mereka $100.000 sekalipun.
Implikasi berikutnya dari penyakit ini adalah, menyalahkan berbagai pihak, wajar karena ego mereka yang terlanjur besar dalam puja-puji follower. Sudut pandang mereka menjadi sangat sempit. Bahkan seakan-akan mereka sudah sangat mahir dan menguasai market. Pangkal kebodohan paling awal, adalah merasa tahu akan pergerakan market. Merasa bisa memprediksi arah market dengan benar. Merasa analisa mereka sudah sangat komprehensif.
Memandang rendah trader lain yang mungkin berbeda dari sisi trading system.
Ada kisah nyata mengenai kondisi trader seperti ini, dan ini bukanlah fiksi ilmiah. ‘Kemaluan’ mereka benar-benar terekspose secara luar biasa di dunia maya. Bagi trader-trader pemula, mungkin, tidak sempat menyaksikan dan tahu dengan mata kepala sendiri kejadian ini, hanya trader-trader lama dan veteran yang mengetahui sejarah dan kronologi kejadian memalukan yang terbuka secara besar-besaran ini.
Betapa susahnya menjadi trader profesional, karena harus tetap bisa menjadi personil yang sabar dan rendah hati.
Oleh karenanya, proses menempa mental untuk menjadi sabar dan rendah hati sangat berguna bagi keberuntungan trader yang bersangkutan, plus pada kehidupan sosial dan kehidupan offline nya.
Sangat perlu digaris bawahi, bahwa, modal yang besar, tanpa diiringi psikologi trading yang benar, hanya akan menjadikan hasil tidak sesuai harapan. Tetaplah aware dan rendah hati, selalu melakukan introspeksi secara berkala, dan mau mendengarkan pendapat dan opini orang lain, meski mungkin berbeda faham. Menjauhi sikap keminter, dan merasa sudah banyak tahu. Terus belajar dan tidak merasa cukup puas dengan pengetahuan dan ilmu yang sudah dimiliki.


Sombong = Over Confidence = Keras Kepala = Loss
Sabar = Low Profile = Tidak Pedendam = Profit


Formula kebaikan universal, kesabaran dan rendah hati mata uang yang berlaku dimana saja kapan saja. Tidak peduli agamamu apa, selama attitude ini melekat padanya, jaminan sukses baginya. Bukan hanya di bidang bisnis forex ini saja, namun di segala aspek kehidupan lainnya.

Baca juga  Apakah Expert Advisor (EA)

Selamat melatih kesabaran!